ads

ads

Slider[Style1]

Tajug Syahadat adalah acara rutin bulanan, dengan konsep silaturrahim pikiran berbentuk ngaji bareng, sinau bareng, dialog, diskusi dan apapun yang sifatnya kebersamaan untuk mencari fokus kerangka berfikir, menajamkan hati kemudian mencari formula bersama perihal masalah aktual melalui pendekatan kebudayaan dan humanisme..... (klik di sini)

Artikel

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5

SHOLAWAT ITU CINTA

Muhammad Assiry , 28 Maret 2018




Sholawat itu Cinta.
Jangan kehilangan Cinta dalam bersholawat.
Cinta sejati akan berakhir dengan sholawat. Siapa yang tidak menjadikan sholawat sebagai dzikir utamanya harus dipertanyakan Cintanya pada Allah dan RasulNya.

AKU YANG LEMAH DINDA

26 Maret 2018





Jangan pernah percaya seorang pria bisa mengalahkan perempuan dalam hal apapun. Para pria tertipu dan menganggap perempuan dari sebatang tulang rusuk mereka. Para perempuan tidak datang dari tulang rusuk pria atau tulang monyet atau tulang siapapun. Para pria lahir dari rahim perempuan, seperti seekor anak kadal yang berenang lepas dari kedalaman air setelah dilahirkan. Seperti anak panah yang melepaskan diri dari busurnya. Para pria berotasi mengelilingi matahari di mata perempuan dan mereka pria - pria ini menganggap telah menciptakan semesta. Inilah letak kesombongan Pria dihadapan perempuan.
Aku tidak memiliki kekuatan mengalirkanmu sepert bendungan atau meredam naluri Keibuanmu yang lebih pantas menjadi imam. Oh, sungguh, mustahil mampu kulakukan! Aku telah menguji ketumpulan pikiran dan ketajaman kebodohanku. Tidak ada, tidak ada yang mampu menaklukkanmu. Karena keperkasaanmu mengalahkanku ternyata. Bahkan di ranjangpun aku begitu loyo dan lemah ketika matamu beradu mataku saja aku seperti hilang kekuatanku saat menjantanimu.
Jangan percaya para pria ketika bicara tentang diri mereka. Dari para perempuanlah tawa dan tangis anak kecil pecah dan pria datang ke rumah sakit bersalin menyebut nama mereka sebagai ayah.
Ini sungguh memalukan. Begitu berdarah - darah seorang perempuan membunuh kelemahan dan merampas kekuatan Tuhan sehingga mampu terus beranak meskipun hanya sarungku yang aku lemparkan saat dirimu tidur.
Bukan soal sarung atau isi yang terselip di sana melainkan karena rahimmu adalah humus kesuburan cinta yang lebih subur dari tanaman pegunungan.
Aku mencintaimu, bahkan sepasang payudaramu melepaskan rasa malu, bergetar, berubah jadi petir dan gelegar guntur, sebilah pedang, dan badai pasir yang hebat kemudian menjelma menjadi oase di kekeringanku sehingga aku meneguk kesegaranmu hingga berabad - abad. Bahkan aku lungkruh tanpamu

MEMBANGUN MORAL YANG BERCAHAYA

Muhammad Assiry , 22 Maret 2018




Nabi saw tidak membuat sistem pemerintahan. Negaranya saja tidak disebut Negara Islam atau khilafah al islamiyyah tapi Al Madinah Al Munawwaroh. Yang sangat menjunjung akal dan kemanusiaan sekaligus membangun moral jiwa yang bercahaya. Katanya pada ingin Kaaffah belajarnya kok nggak Kaaffah. Ilmunya perlu diperluas kembali.

AGAMA LAHIR BUKAN UNTUK MENISTAKAN SATU SAMA LAIN TETAPI SALING MENYERUKAN KEBAIKAN

Muhammad Assiry , 10 Maret 2018




Turut berduka untuk saudaraku yang beragama Kristiani atas perusakan gereja di desa mekarsari, Ratau alai kabupaten Ogan Ilir propinsi Sumatera Selatan
Tentu kejadian seperti ini tidak boleh terjadi dimanapun di pelosok negeri ini. Sangat di sayangkan Kejadian seperti ini terjadi di NKRI yang menjamin kebebasan Beragama.
Allah menolak keganasan manusia yang merusak rumah ibadah. Seperti juga Kanjeng Nabi melarang umatnya merusak rumah ibadah agama lain, bahkan dalam keadaan perang sekalipun.
Mestinya agama hadir untuk memberikan kesejukan. Bukan melahirkan kebiadaban. Semestinya agama lahir untuk saling menyerukan kebaikan dan kenyamanan bukan saling menistakan satu sama lain.
Jika perusakan sebuah ibadah justru dilatarbelakangi oleh pemahaman terhadap agama, betapa menyedihkan hidup kita. Sebab ajaran Tuhan ditafsirkan dengan begitu beringas dan culas.

MENCAPAI KEMUDAHAN MENURUT AJARAN AGAMA

Muhammad Assiry, 28 Februari 2018

Menurut ajaran agama; kemudahan hanya didapatkan seseorang ketika ia begitu tulus memudahkan orang lain. Mungkin saja kepedulian dapat diukur dengan ketulusan untuk menghargai atau, sekurang-kurangnya, mendengarkan keluh-kesah sesama. 

Dengan demikian, hidup ini—seburuk apa pun dalam belantara ketimpangan, masih layak untuk disyukuri dan disayangi. Bukankah kebahagiaan itu sesungguhnya hanya dapat tumbuh subur di dalamnya, di dalam syukur dan kasih-sayang

ISLAM MEMBERIKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN

Muhammad Assiry, 03 Maret 2018


Agama hadir sebagai alat berkasih, bersantun, dan berarif. Menjadi tak benar jika agama selalu dijadikan bahan untuk membenarkan diri dan menyalahkan, pun tak menjadi benar dengan mempersalahkan yang lain atau agama lain. "Innaddina 'indallahil islam". 

Tidak disebut Muslim jika tidak memberikan keselamatan dan keamanan buat sesama. Maka orang yang menyelamatkan disebut Muslim dan seorang yang memberikan rasa aman dan keamanan dijuluki mukmin.


Top