ads

ads

Slider[Style1]

Tajug Syahadat adalah acara rutin bulanan, dengan konsep silaturrahim pikiran berbentuk ngaji bareng, sinau bareng, dialog, diskusi dan apapun yang sifatnya kebersamaan untuk mencari fokus kerangka berfikir, menajamkan hati kemudian mencari formula bersama perihal masalah aktual melalui pendekatan kebudayaan dan humanisme..... (klik di sini)

Artikel

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5

Muhammad Assiry , 10 Maret 2018




Turut berduka untuk saudaraku yang beragama Kristiani atas perusakan gereja di desa mekarsari, Ratau alai kabupaten Ogan Ilir propinsi Sumatera Selatan
Tentu kejadian seperti ini tidak boleh terjadi dimanapun di pelosok negeri ini. Sangat di sayangkan Kejadian seperti ini terjadi di NKRI yang menjamin kebebasan Beragama.
Allah menolak keganasan manusia yang merusak rumah ibadah. Seperti juga Kanjeng Nabi melarang umatnya merusak rumah ibadah agama lain, bahkan dalam keadaan perang sekalipun.
Mestinya agama hadir untuk memberikan kesejukan. Bukan melahirkan kebiadaban. Semestinya agama lahir untuk saling menyerukan kebaikan dan kenyamanan bukan saling menistakan satu sama lain.
Jika perusakan sebuah ibadah justru dilatarbelakangi oleh pemahaman terhadap agama, betapa menyedihkan hidup kita. Sebab ajaran Tuhan ditafsirkan dengan begitu beringas dan culas.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan Berkomentar


Top